Kamis, 12 Desember 2013

COSO

 ( Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission )

            Merupakan lembaga bimbingan yang mengkonsep pengendalian internal yang digunakan untuk mengurangi resiko. Konsep tersebut mulai di perkenalkan tahun 1992 oleh COSO dan menjadi acuan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Seiring perkembangan jaman banyak terjadi perubahan -  perubahan seperti lingkungan bisnis yang semakin kompleks, adanya dorongan dari dunia teknologi  dan global COSO mengambangkan rancangan acuan yang memenuhi kebutuhan perusahan – perusahaan untuk mencapai keberhasilan di masa depan. Kerangka tersebut yaitu:

Sejak tahun 1992 yang menjadi poin utama/ yang mendasari acuan tersebut seperti : definisi, komponen pengendalian internal, kriteria yang di gunakan dalam menilai efektivitas, dll tidak mengalmi perubahan. Kerangka terakhir yang dirilis  mei 2013 menekankan poin pentingnya internal kontol untuk mengurangi risiko agar tujuan bisnis tercapai. Poin penting tersebut meliputi :
·         Meningkatnya kompleksitas dalam bisnis. Hal ini merupakan pengujian bagi pihak manajemen dan kemampuannya dalam memprediksi adanya risiko terbesar untuk perusahaan.
·         Diharapkan lebih proaktif. Penilaian risikop holistrik yang dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai risio baik yang sudah ada maupun yang baru ini merupakan pengujian dari proses pengelolaan manajemen. Dari situ diharapkan dapat mempertimbangkan keputusan terbaik yang memberikan hasil terbaik bagi perusahaan dengan risiko terkecil.
·         Adanya risiko yang mengiringi pertumbuhan perusahaan  seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
·         Adanya pelaporan selain pelaporan keungan untuk menunjang data – data dalam laporan keuangan. Serta adanya transparansi, kepatuhan, ketaatan peraturan, keamanan,dll
·         Adanya banyak tuntutan dan peraturan mulai dari undang-undang serta harapan stakeholder.

Dalam kerangka terbaru diadopsi dari pendekatan prinsip untuk membangun, memelihara, dan mengevaluasi pengendalian interbal untuk mengatasi risiko tertentu yang menyita banyak perhatian manajemen. Hal ini juga memberikan kesempatan untuk majenen menerapkan konsistensi mereka, perusahaan dapat melakukan pendekatan pengendalian internal yang lebih luas, dimana keadaan perusaahn dapat dimintai pertanggung jawaban atas seluruh elemen perusahaan untuk mengurangi kemungkinan risiko yang mengganggu tujuan perusaan.
Yang menjadi kunci operasional bagi manajemen dan operasi lainya seperti:
 Operasi penjualan
·         Manajemen persediaan
·         Keamaan IT
·         Ekspansi Internasional
·         Dll
Perusahaan yang sering berdekatan dengan risiko dan perubahan bisnis yang memperngaruhi risiko, mereka sudah terbiasa sehingga mereka mudah mengidentifikasi dan melihat dengan baik risiko sehingga mudah untuk menentukan pendekatan untuk mengatasi risiko. M,ereka dapat menggunakan kerangka kerja umum yang efektif dan efisien dalam memanfaatkan orang, proses dan teknologi untuk mengumpulkan berbagai informasi. Selain itu pengawasan yang kuat untuk manajemen dan dewan direksi, sistem pengendalian internal yang memanfaatkan IC – IF dapat meningkatkan kepercayaan dan kemungkinan perusahaan untuk mencapai tujuan. IC – IF  membantu manajemen untuk menilai apakah aplikasi membahas semua prinsip – prinsip. Konsep diklarifikasi dalam kerangka di perbaharui berkaitan dengan harapan bahwa 5 komponen pengendalian internal yang terdapat 17 prinsip menjadi  satu kesatuan. Gambaran manfaat dari konsep - konsep yang dapat di peroleh manajemen:
·         Meningkatkan pengawasan internal diseluruh organisasi
·         Meningkatkan kemungkinan risiko yang membahayakan tujuan bisnis dapat ditangani dan diidentifikasi
·         Pengaruh investasi untuk keseluruhan organisasi  dalam pengendalian internal yang di buat untuk laporan keuangan eksternal.

5 Komponen Pengendalian Internal menurut COSO :

1.      Lingkungan Pengendalian ( Control Environment)
Lingkungan pengndalian mencakup integritas, nilai etis, kompetensi pengelolanya, gaya operasi manajemen, otoritas dan tanggung jawab manajemen, serta cara manajemen untuk menggali kompetensi orang- orang di dalamnya.
2.      Penaksiran Risiko (Risk Assessment)
Suatu mekanisme yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganlisis,dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas oprasi perusahaan.
3.      Aktivitas Pengendalian ( Control Activities)
Merupakan pelaksanaan dari berbagai kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen selain itu juga memastikan tujuan perusahaan dapot tercapai.
4.      Informasi dan Komunikasi ( Information and Communication )
Sistem yang memungkinkan orang untuk memperoleh dan menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya.
5.      Pemantauan  (monitoring)
Perlunya memantau sistem pengendalian internal, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Aktivitas pemantauan di;lakukan secara terus menerus serta adanya pemisahan evaluasi ataupun kombinasi antara keduanya.

17 Prinsip pengendalian Internal menurut COSO :

A.     Dari lingkungan pengendalian menurunkan 5 prinsip yaitu:
1.      Beerkomitmen terhadap integritas dan nilai- nilai etika
2.      Pengawasan independen dewan direksi
3.      Struktur, garis pelaporan, wewenag dan tanggung jawab
4.      Menarik, mengembangkan dan mempertahankan orang- orang yang kompeten
5.      Orangnya memiliki tanggung jawab atas pengendalian internal.
B.     Dari lingkungan penaksiran risiko menurunkan 4 prinsip yaitu :
1.      Menentukan tujuan yang jelas
2.      Mengidentifikasi trisiko untuk mencapai tujuan
3.      Menganggap adannya potensi penipuan
4.      Mengidentifikasi dan menilai perubahan yang signifikan.
C.     Dari aktivitas pengendalian menurunkan 3 prinsip yaitu :
1.      Memilih dan mengembangkan kegiatan pengendalian
2.      Memilih dan mengembangkan kontrol IT secara umum
3.      Kontrol dipantau melalui kebijakan dan prosedur.
D.    Dari informasi dan komunikasi menurunkan 3 prinsip yaitu :
1.      Menghasilkan informasi yang diperoleh agar dapat digunakan
2.      Informasi pengendalian internal dikomukikasikan secara internal
3.      Informasi pengendalian internal dikomunikasikan secara eksternal
E.      Dari pemantauan dapat menurunkan 2 prinsip yaitu :
1.      Melakukan evaluasi secara langsung dan atau terpisah
2.      Mengevaluasi dan mengkomunikasikan kekurangan pengendalian internal.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar