COSO
( Committee of
Sponsoring Organizations of the Treadway Commission )
Merupakan lembaga bimbingan yang
mengkonsep pengendalian internal yang digunakan untuk mengurangi resiko. Konsep
tersebut mulai di perkenalkan tahun 1992 oleh COSO dan menjadi acuan yang
paling banyak digunakan di seluruh dunia. Seiring perkembangan jaman banyak
terjadi perubahan - perubahan seperti
lingkungan bisnis yang semakin kompleks, adanya dorongan dari dunia
teknologi dan global COSO mengambangkan
rancangan acuan yang memenuhi kebutuhan perusahan – perusahaan untuk mencapai
keberhasilan di masa depan. Kerangka tersebut yaitu:
Sejak
tahun 1992 yang menjadi poin utama/ yang mendasari acuan tersebut seperti :
definisi, komponen pengendalian internal, kriteria yang di gunakan dalam
menilai efektivitas, dll tidak mengalmi perubahan. Kerangka terakhir yang
dirilis mei 2013 menekankan poin
pentingnya internal kontol untuk mengurangi risiko agar tujuan bisnis tercapai.
Poin penting tersebut meliputi :
·
Meningkatnya
kompleksitas dalam bisnis. Hal ini merupakan pengujian bagi pihak manajemen dan
kemampuannya dalam memprediksi adanya risiko terbesar untuk perusahaan.
·
Diharapkan lebih
proaktif. Penilaian risikop holistrik yang dapat mengidentifikasi dan
mengevaluasi berbagai risio baik yang sudah ada maupun yang baru ini merupakan
pengujian dari proses pengelolaan manajemen. Dari situ diharapkan dapat
mempertimbangkan keputusan terbaik yang memberikan hasil terbaik bagi
perusahaan dengan risiko terkecil.
·
Adanya risiko yang
mengiringi pertumbuhan perusahaan
seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
·
Adanya pelaporan selain
pelaporan keungan untuk menunjang data – data dalam laporan keuangan. Serta adanya
transparansi, kepatuhan, ketaatan peraturan, keamanan,dll
·
Adanya banyak tuntutan
dan peraturan mulai dari undang-undang serta harapan stakeholder.
Dalam kerangka terbaru diadopsi dari
pendekatan prinsip untuk membangun, memelihara, dan mengevaluasi pengendalian
interbal untuk mengatasi risiko tertentu yang menyita banyak perhatian
manajemen. Hal ini juga memberikan kesempatan untuk majenen menerapkan konsistensi
mereka, perusahaan dapat melakukan pendekatan pengendalian internal yang lebih
luas, dimana keadaan perusaahn dapat dimintai pertanggung jawaban atas seluruh
elemen perusahaan untuk mengurangi kemungkinan risiko yang mengganggu tujuan
perusaan.
Yang menjadi kunci operasional bagi
manajemen dan operasi lainya seperti:
Operasi penjualan
·
Manajemen persediaan
·
Keamaan IT
·
Ekspansi Internasional
·
Dll
Perusahaan
yang sering berdekatan dengan risiko dan perubahan bisnis yang memperngaruhi
risiko, mereka sudah terbiasa sehingga mereka mudah mengidentifikasi dan
melihat dengan baik risiko sehingga mudah untuk menentukan pendekatan untuk
mengatasi risiko. M,ereka dapat menggunakan kerangka kerja umum yang efektif
dan efisien dalam memanfaatkan orang, proses dan teknologi untuk mengumpulkan
berbagai informasi. Selain itu pengawasan yang kuat untuk manajemen dan dewan
direksi, sistem pengendalian internal yang memanfaatkan IC – IF dapat
meningkatkan kepercayaan dan kemungkinan perusahaan untuk mencapai tujuan. IC –
IF membantu manajemen untuk menilai
apakah aplikasi membahas semua prinsip – prinsip. Konsep diklarifikasi dalam
kerangka di perbaharui berkaitan dengan harapan bahwa 5 komponen pengendalian
internal yang terdapat 17 prinsip menjadi
satu kesatuan. Gambaran manfaat dari konsep - konsep yang dapat di
peroleh manajemen:
·
Meningkatkan pengawasan
internal diseluruh organisasi
·
Meningkatkan
kemungkinan risiko yang membahayakan tujuan bisnis dapat ditangani dan
diidentifikasi
·
Pengaruh investasi untuk
keseluruhan organisasi dalam
pengendalian internal yang di buat untuk laporan keuangan eksternal.
5 Komponen Pengendalian Internal menurut COSO :
1.
Lingkungan Pengendalian ( Control Environment)
Lingkungan pengndalian mencakup integritas, nilai etis, kompetensi
pengelolanya, gaya operasi manajemen, otoritas dan tanggung jawab manajemen,
serta cara manajemen untuk menggali kompetensi orang- orang di dalamnya.
2.
Penaksiran Risiko (Risk Assessment)
Suatu mekanisme yang digunakan untuk mengidentifikasi,
menganlisis,dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai
aktivitas oprasi perusahaan.
3.
Aktivitas Pengendalian ( Control Activities)
Merupakan pelaksanaan dari berbagai kebijakan dan prosedur
yang ditetapkan oleh manajemen selain itu juga memastikan tujuan perusahaan
dapot tercapai.
4.
Informasi dan Komunikasi ( Information and Communication )
Sistem yang memungkinkan orang untuk memperoleh dan
menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan
mengendalikan operasinya.
5.
Pemantauan (monitoring)
Perlunya memantau sistem pengendalian internal, proses ini
bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Aktivitas
pemantauan di;lakukan secara terus menerus serta adanya pemisahan evaluasi
ataupun kombinasi antara keduanya.
17 Prinsip pengendalian Internal menurut COSO :
A.
Dari lingkungan pengendalian menurunkan 5
prinsip yaitu:
1.
Beerkomitmen terhadap
integritas dan nilai- nilai etika
2.
Pengawasan independen
dewan direksi
3.
Struktur, garis
pelaporan, wewenag dan tanggung jawab
4.
Menarik, mengembangkan
dan mempertahankan orang- orang yang kompeten
5.
Orangnya memiliki
tanggung jawab atas pengendalian internal.
B.
Dari lingkungan
penaksiran risiko menurunkan 4 prinsip yaitu :
1.
Menentukan tujuan yang
jelas
2.
Mengidentifikasi
trisiko untuk mencapai tujuan
3.
Menganggap adannya
potensi penipuan
4.
Mengidentifikasi dan
menilai perubahan yang signifikan.
C.
Dari aktivitas
pengendalian menurunkan 3 prinsip yaitu :
1.
Memilih dan
mengembangkan kegiatan pengendalian
2.
Memilih dan
mengembangkan kontrol IT secara umum
3.
Kontrol dipantau
melalui kebijakan dan prosedur.
D.
Dari informasi dan
komunikasi menurunkan 3 prinsip yaitu :
1.
Menghasilkan informasi
yang diperoleh agar dapat digunakan
2.
Informasi pengendalian
internal dikomukikasikan secara internal
3.
Informasi pengendalian
internal dikomunikasikan secara eksternal
E.
Dari pemantauan dapat menurunkan 2 prinsip
yaitu :
1.
Melakukan evaluasi
secara langsung dan atau terpisah
2.
Mengevaluasi dan
mengkomunikasikan kekurangan pengendalian internal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar